Pansus II Dalami Ranperda Kota Layak Anak, Tien : Kita Ingin Anak di Kota Benar-Benar Terlindungi

Info Gorontalo (IG) - Panitia Khusus (Pansus) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo melaksanakan pembahasan terkait rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang Kota Layak Anak, Senin (11/02/2019).

Tien Suharti Mobilihu, SE selaku ketua pansus saat ditemui usai pembahasan, mengaku rapat kali ini dibahas bersama dengan tim eksekutif pemerintah Kota Gorontalo, kemudian pihak-pihak terkait lainnya serta tim naskah akademik.

"Ya, jadi kami tim pansus II yaitu pansus yang membahas terkait dengan ranperda kota layak anak. Kita sudah membahas dengan tim eksekutif, kemudian banyak juga pihak terkait yang kami undang, termasuk juga tim naskah akademik," imbuh Tien.

Diakui Tien Suharti Mobilihu, rapat pembahasan ini memang berlangsung alot, karena memang ranperda kota layak anak ini banyak referensi yang kami masukan didalam pasal-pasal yang kemudian diatur, sehingga benar-benar, hak anak, ruang lingkup anak yang harus kita sediakan, baik pemerintah kota kemudian masyarakat dan juga dunia usaha.

"Ini yang menjadi satu kesatuan terkait dengan turut bertanggung jawab atas pemberlakuan perlindungan dan memberikan ruang kepada tumbuh kembang anak, walaupun anak kalau kita lihat batasan umur anak sampai dengan umur 18 tahun," tutur Tien.

Masih kata Tien, hal lain yang juga sempat alot dibahas, yakni soal nomenklatur yang memang ranperda tentang kota layak anak. Ranperda usul inisiatif DPRD ini mendapat Dinas Pengendalian Kependudukan KB dan Perlindungan Perempuan dan Anak. Mereka mengusulkan agar nomenklatur kota layak anak, menjadi penyelengaraan kota layak anak.

"Dan setelah kita berdiskusi, ini nanti akan kita jadikan satu bahan yang akan diskusikan, konsultasikan ke Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," ujar Tien.

Lanjut kata Tien dari rapat tersebut, ada juga beberapa pasal yang kemudian perlu dikaji lagi. "Ada beberapa pasal yang kita atur, memang diskusinya cukup bagus. Karena kan tujuan dari kita membahas ranperda ini, yaitu bagaimana kita menyatukan persepsi kita, sehingga pasal-pasal yang sudah disusun oleh tim naskah akademik bisa lebih diperkaya lagi ketika ada masukan dari pihak eksekutif dan pihak lainnya," paparnya.

Lebih lanjut Tien menghimbau agar pembahasan ranperda kota layak ini akan benar-benar dimaksimalkan. Maka dari itu, pihaknya pun mengagendakan pembahasan lanjutan pada pekan depan, terlebih terkait beberapa pasal yang memang perlu adanya pasal terkait kelembagaan.

"Karena ini kan kota layak anak, tentu ada lembaga-lembaga yang saling keterkaitan kemudian disitulah ada semacam kelembagaan atau pun tim terpadu yang bertanggung jawab, apakah itu dari tingkat kecamatan sampai dengan kota, kemudian ada juga dunia usaha yang masuk dalam satu kesatuan itu, yang kemudian ini bisa menyatu, sehingganya pembahasan kita lebih mengerucut lagi," tandasnya.