Kabel Bawah Tanah PLN Baru Tambah Daya, DPRD Ingin Semua Kabel Kota Gorontalo Diturunkan

Kabel Bawah Tanah PLN Baru Tambah Daya, DPRD Ingin Semua Kabel Kota Gorontalo Diturunkan
Pekerjaan Instalasi kabel bawah tanah PLN untuk penambahan daya (foto.ferry/infogorontalo)

Info Gorontalo - Pemandangan kabel yang berseliweran di atas jalan masih menjadi bagian dari wajah Kota Gorontalo. Kini, pekerjaan instalasi kabel bawah tanah yang dilakukan PLN membuka peluang baru untuk mengubah kondisi tersebut.

Namun, proyek yang tengah berjalan itu belum menjadi solusi untuk kabel-kabel yang selama ini menggantung di atas jalan.

Instalasi kabel bawah tanah PLN saat ini berkaitan dengan penambahan daya listrik di Kota Gorontalo. Artinya, kabel-kabel lama yang berada di atas belum otomatis dipindahkan ke bawah tanah.

Kondisi ini menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa. Ia ingin pekerjaan yang dilakukan PLN tidak berhenti pada penambahan daya, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk menata seluruh jaringan kabel di kawasan perkotaan.

Irwan mendorong agar pemerintah daerah mulai membangun komunikasi dengan PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas rencana tersebut.

“Ini yang coba kita usahakan dan insyaAllah ini bisa kita komunikasikan dengan pihak PLN dan Kementerian ESDM,” kata Irwan saat ditemui Infogorontalo.com.

Menurut dia, penataan kabel melalui jaringan bawah tanah sudah mulai diterapkan di Jakarta. Kota Gorontalo, kata Irwan, juga perlu melihat kemungkinan penerapan konsep serupa.

Dorongan tersebut muncul di tengah kebutuhan penataan wajah Kota Gorontalo. Kabel yang menumpuk di atas jalan selama ini menjadi bagian dari persoalan tata ruang visual perkotaan.

“Kita doakan juga Kota Gorontalo ke depan bebas dari kabel yang berseliweran di atas. Olehnya kita semua, pemerintah kota dan DPRD, akan mendorong bagaimana caranya agar semua kabel-kabel di atas itu melalui bawah tanah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pemerintah daerah pada pekerjaan yang lebih besar. Jika ingin seluruh kabel dipindahkan ke bawah tanah, dibutuhkan koordinasi lintas pihak, termasuk PLN, pemerintah daerah, Kementerian ESDM, serta pemilik jaringan telekomunikasi yang menggunakan ruang udara.

Sebab, kabel yang berseliweran di kawasan kota tidak seluruhnya berkaitan dengan jaringan listrik. Penataan menyeluruh membutuhkan pemetaan jaringan, regulasi, pembiayaan, serta tahapan pekerjaan yang jelas.

Karena itu, pekerjaan kabel bawah tanah PLN saat ini dapat menjadi titik awal. Tantangannya adalah apakah rencana tersebut akan berlanjut menjadi kebijakan penataan jaringan perkotaan atau berhenti sebatas proyek penambahan kapasitas listrik.

DPRD Kota Gorontalo kini mendorong agar peluang tersebut dibicarakan lebih jauh dengan PLN dan pemerintah pusat. Target akhirnya jelas, mengurangi kabel yang menggantung di atas jalan dan membuat ruang publik Kota Gorontalo lebih tertata.(IG01)