Syamsir Kiayi Kritik Anggaran Pendidikan di Daerah Terpencil Gorontalo
Info Gorontalo - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi, melayangkan kritik terhadap alokasi anggaran dalam APBD Perubahan 2025. Ia menilai sektor pendidikan, terutama di wilayah terpencil, belum mendapat perhatian yang memadai.
Saat rapat kerja Badan Anggaran DPRD bersama pemerintah provinsi, Syamsir menyoroti dana pendidikan untuk Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango. Dari total anggaran, hanya sekitar Rp90 juta yang dialokasikan untuk wilayah tersebut.
“Dengan anggaran Rp90 juta, apa yang bisa dilakukan di sana?” ujar Syamsir, Rabu, 20 Agustus 2025.
Ia menegaskan, wilayah terisolir seperti Pinogu seharusnya mendapat perhatian lebih serius karena keterbatasan akses pendidikan yang masih menjadi persoalan utama. Selain itu, ia juga meminta agar sekolah luar biasa (SLB) di Gorontalo tidak diabaikan dalam perencanaan anggaran.
Syamsir menilai pemerintah provinsi perlu meninjau ulang penggunaan dana untuk kegiatan seremonial. “Anggaran untuk pelaksanaan forum grup diskusi (FGD) sebaiknya dihapus saja dan dialihkan ke program yang lebih bermanfaat bagi siswa,” tegasnya.
Menurut dia, optimalisasi anggaran akan jauh lebih terasa jika difokuskan pada kebutuhan nyata, seperti penyediaan sarana belajar, transportasi siswa, hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik di daerah terpencil.

Komentar (0)
Komentar Facebook