Havid Alulu : Dari Lulusan Keperawatan Menuju Dunia Wirausaha
Info Gorontalo - Di balik senyum ramah dan gaya sederhana seorang pria tampan ini, tersimpan kisah panjang tentang ketekunan, kerja keras, dan keberanian memperjuangkan mimpi. Dia adalah Havid Alulu, salah satu pengusaha muda inspiratif asal Gorontalo.
Bagi Havid, hidup bukan soal gelar, melainkan tentang keberanian mengambil keputusan dan menjalani pilihan dengan sepenuh hati. Meskipun menyelesaikan pendidikan di jurusan Keperawatan, jati dirinya justru tidak ia temukan di ruang praktik medis, melainkan di balik etalase konter ponsel.
“Gelar itu penting, tapi bukan segalanya. Kadang hidup membawa kita ke jalan yang berbeda, dan tak apa-apa selama kita jalani dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Setelah wisuda, alih-alih melamar kerja di bidang kesehatan, Havid justru memilih membangun usaha kecil-kecilan di bidang penjualan ponsel dan aksesori. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Saat masih kuliah, ia terbiasa menjalani berbagai pekerjaan serabutan demi bertahan hidup—mulai dari menjadi kurir, menjaga konter orang lain, jualan online, hingga menjual voucher pulsa.
“Dulu sambil kuliah saya kerja apa saja, yang penting bisa menghasilkan. Dari situ saya belajar banyak soal berdagang,” kenangnya dengan senyum tenang.
Usai menikah di usia muda, kebutuhan hidup pun meningkat. Tak ingin menunggu kesempatan datang, Havid memilih untuk menciptakan peluang sendiri. Ia bahkan rela menggadaikan motor pribadinya demi mendapatkan modal usaha.
Perjalanan tidak selalu mulus. Namun dari kesulitan-kesulitan itulah terbentuk mentalitas kuat dan semangat pantang menyerah dalam dirinya. Meski tidak berlatar belakang bisnis, ia terus belajar, membangun jaringan, dan memperbaiki pelayanan. Prinsip utamanya sederhana: jujur, konsisten, dan rendah hati.
Kini, usaha celluler miliknya terus berkembang. Havid pun dikenal sebagai sosok muda yang sukses namun tetap membumi. Ia tidak segan berbagi cerita perjuangannya untuk menginspirasi anak-anak muda lain, agar tidak takut menempuh jalan berbeda dari yang diharapkan orang banyak.
“Bekerja dari bawah itu bukan aib, justru itu proses paling jujur untuk jadi kuat,” pungkasnya.

Komentar (0)
Komentar Facebook