Syarifudin Bano Dorong Penambahan Anggaran Biro Perekonomian untuk Perkuat Deteksi Dini Ekonomi Gorontalo
Info Gorontalo - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo meningkatkan dukungan anggaran bagi Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan. Menurutnya, biro tersebut memegang peran penting dalam mengawal arah kebijakan ekonomi dan pembangunan daerah.
Pernyataan itu disampaikan Syarifudin usai rapat dengar pendapat bersama Bappeda, Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Gorontalo.
Syarifudin mengatakan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan menjadi salah satu instrumen utama Gubernur Gorontalo dalam mengevaluasi pelaksanaan program di setiap organisasi perangkat daerah. Biro tersebut secara rutin memantau perkembangan indikator ekonomi, tingkat kemiskinan, serta capaian pembangunan daerah.
Menurut dia, tugas biro tidak hanya menyusun laporan evaluasi. Tim juga turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi riil, mengumpulkan data, lalu menyusun rekomendasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah.
Ia menilai fungsi strategis tersebut harus didukung anggaran yang memadai. Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, biro dapat memperkuat pemantauan dan mendeteksi lebih awal potensi perlambatan ekonomi.
Syarifudin menyoroti kondisi fiskal Gorontalo yang belakangan mengalami penurunan, meski sebelumnya daerah itu menerima penghargaan dari pemerintah pusat atas kinerja fiskalnya. Menurutnya, perubahan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar pemerintah dapat mengetahui faktor penyebabnya.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana Biro Perekonomian telah melibatkan kalangan akademisi dan pakar ekonomi dalam menyusun langkah antisipasi. Menurutnya, workshop yang menghadirkan ahli ekonomi nasional maupun global penting untuk membaca tren ekonomi dunia yang dapat berdampak pada Gorontalo.
“Ekonomi Gorontalo saat ini tidak bisa hanya dilihat dari perspektif lokal. Dinamika nasional dan global juga memberi pengaruh terhadap kondisi daerah. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kapasitas analisis agar dapat menyusun kebijakan yang tepat dan mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi lebih dini,” kata Syarifudin.


Komentar (0)
Komentar Facebook