Gala Dinner Musda VII REI Gorontalo, Kuota KPR Jadi Harapan Pengembang

Gala Dinner Musda VII REI Gorontalo, Kuota KPR Jadi Harapan Pengembang
Wakil Ketua Umum DPP REI sekaligus Carateker Ketua DPD REI Gorontalo, Arif Mone bersama anggota REI Gorontalo (foto.ferry/infogorontalo)

Info Gorontalo - Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Provinsi Gorontalo menggelar Gala Dinner sebagai rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) VII REI Gorontalo di Hotel Aston Kota Gorontalo, Senin malam, 14 September 2026.

Gala Dinner menjadi ajang silaturahmi sebelum puncak Musda VII REI Gorontalo yang berlangsung Selasa, 15 September 2026, di lokasi yang sama.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah petinggi DPP REI, perwakilan pengurus DPD REI dari sejumlah daerah di Indonesia, pengurus DPC REI kabupaten dan kota se-Gorontalo, pemerintah daerah, serta perbankan yang menjadi mitra REI.

Sejumlah bank mitra REI yang hadir antara lain BTN, BRI, BNI, BSI dan Bank Mandiri.

Wakil Ketua Umum DPP REI, Arief Mone, yang juga Carateker Ketua DPD REI Gorontalo, mengatakan kehadiran sejumlah bank mitra membuka peluang untuk meningkatkan kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Gorontalo.

Ia menilai dukungan perbankan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pertumbuhan sektor perumahan di daerah.

“Dengan adanya bank mitra REI ini, penambahan kuota KPR Gorontalo seperti yang diharapkan Ketua Kehormatan REI Gorontalo, Bapak Arifin Djakani, dan juga harapan saya sendiri, akan mudah terwujud,” kata Arief.

Menurut Arief, peningkatan kuota KPR akan memberikan ruang bagi pengembang untuk memperluas pembangunan perumahan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian.

Sementara itu, Pemerintah Kota Gorontalo menilai REI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.

Wali Kota Gorontalo yang diwakili Asisten II Pemkot Gorontalo, Abdul Hafiz Daud, mengatakan kebutuhan terhadap hunian akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

“Laju perkembangan penduduk semakin meningkat. Pertumbuhan penduduk Kota Gorontalo saat ini mencapai 1,16 hingga 1,18 persen per tahun. Hal tersebut dapat dibarengi dengan perkembangan hunian rakyat Kota Gorontalo,” ujar Abdul Hafiz.

Ia juga menilai sektor properti memiliki dampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyerapan tenaga kerja.

Perkembangan industri perumahan, kata dia, dapat menggerakkan berbagai sektor yang berkaitan dengan pembangunan properti di Provinsi Gorontalo.

Musda VII REI Gorontalo diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan organisasi.

Forum tersebut juga diharapkan melahirkan gagasan dan program strategis untuk mendorong pertumbuhan industri properti, memperkuat sinergi dengan pemerintah dan perbankan, serta memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.(IG03)