Soal Keluhan Tangki Besar Antre BBM, Erwin Ismail Dorong Regulasi
Info Gorontalo - Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menyoroti kendaraan yang menggunakan tangki berukuran besar dan berulang kali mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail, mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu keluhan yang diterima pihaknya. Ia menyebut kendaraan dengan kapasitas tangki besar berpotensi mengganggu pemerataan distribusi BBM, terutama BBM bersubsidi.
Hal itu disampaikan Erwin dalam wawancara bersama Info Gorontalo.
Menurut Erwin, saat ini belum terdapat aturan yang secara khusus mengatur pembatasan pelayanan BBM terhadap kendaraan dengan tangki berukuran besar.
Karena itu, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo mendorong pemerintah untuk menyiapkan regulasi yang dapat mengatur persoalan tersebut. Regulasi itu dapat berbentuk Peraturan Gubernur (Pergub) maupun Peraturan Daerah (Perda).
“Kita melihat belum ada aturan yang mengatur soal itu. Olehnya, perlu kita dorong agar bisa dibuatkan Pergub atau bisa juga Perda,” ujar Erwin.
Ia menilai aturan tersebut penting agar penyaluran BBM dapat berlangsung lebih tertib. Salah satu opsi yang dapat dikaji ialah membatasi pelayanan BBM bagi kendaraan yang menggunakan tangki berkapasitas besar.
Sementara terkait penggunaan barcode dalam pembelian BBM bersubsidi, Erwin mengatakan Komisi II tidak dapat mengatur secara teknis mekanisme tersebut.
Menurut dia, pemerintah memiliki kewenangan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Sementara penerapan teknis barcode dan ketentuan penggunaannya masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.
“Kita sebagai pemerintah hanya bisa mengimbau. Soal bisa atau tidak, itu bisa kita perdebatkan lagi. Intinya pemerintah hanya bisa mengimbau,” kata Erwin.
Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berharap pengaturan distribusi BBM dapat diperjelas sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran dan masyarakat tidak dirugikan akibat antrean kendaraan yang berulang.(IG01)


Komentar (0)
Komentar Facebook