Hampir 3 Bulan Tak Bisa Cari Ikan, Nelayan Pentadio Barat Terjebak Akses ke Danau Limboto

Hampir 3 Bulan Tak Bisa Cari Ikan, Nelayan Pentadio Barat Terjebak Akses ke Danau Limboto
Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan monitoring pekerjaan pembukaan akses jalan perahu nelayan menuju kawasan Danau Limboto di Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo(foto.istimewa)

Info Gorontalo - Hampir tiga bulan masyarakat nelayan di Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo, harus kehilangan akses menuju lokasi penangkapan ikan di Danau Limboto.

Jalur menuju kawasan danau yang belum sepenuhnya terbuka membuat perahu nelayan kesulitan melintas. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas mereka yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari hasil tangkapan ikan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo. Rabu (7/10/2026), Komisi III turun langsung memonitor pekerjaan pembukaan akses jalan perahu nelayan menuju kawasan Danau Limboto.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, mengatakan keluhan nelayan berkaitan langsung dengan kondisi jalur yang belum sepenuhnya dapat dilalui perahu.

“Memang perahu mereka sudah agak sulit untuk menembus jalan menuju areal tempat mereka mengambil ikan di danau. Itu yang mereka keluhkan kepada kami,” ujar Espin saat monitoring.

Menurut Espin, pembukaan jalur tersebut sebelumnya telah dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS), termasuk pengerukan untuk membuka akses menuju kawasan danau. Namun, pekerjaan itu belum sepenuhnya rampung.

Ia memahami penyelesaian pekerjaan tersebut terkendala keterbatasan anggaran. Karena itu, kelanjutan pekerjaan diduga masih menunggu dukungan anggaran perubahan.

“Pekerjaan ini sudah dikerjakan oleh Balai Sungai untuk mengeruk atau membuka jalan, tetapi mungkin belum sampai selesai. Kita juga harus memaklumi karena memang ada keterbatasan anggaran yang tidak bisa kita pungkiri saat ini,” jelasnya.

Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan. Selama hampir tiga bulan, mereka tidak dapat menjalankan aktivitas penangkapan ikan secara normal karena perahu kesulitan melewati jalur menuju danau.

“Sudah hampir tiga bulan mereka tidak bisa melakukan penangkapan atau mengambil ikan di danau karena terkendala pembukaan jalan,” ungkap Espin.

Bagi Espin, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Nelayan membutuhkan akses tersebut agar dapat kembali mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Minimal mereka menyampaikan kepada kami, mereka ingin bisa mencari ikan untuk makan sehari-hari. Itu yang mereka sampaikan. Cukup miris juga,” tuturnya.

Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo pun berencana membawa persoalan tersebut ke rapat dengar pendapat bersama stakeholder terkait.

RDP yang dijadwalkan dalam waktu dekat itu diharapkan menghasilkan solusi konkret, termasuk mendorong percepatan penyelesaian pembukaan jalur menuju Danau Limboto.

“Insya Allah ini akan mendapatkan solusi yang terbaik. Tidak lama lagi, mungkin minggu depan, kami Komisi III juga akan melaksanakan rapat dengar pendapat dengan stakeholder terkait untuk bagaimana memecahkan dan memberikan solusi atas apa yang diaspirasikan masyarakat nelayan yang ada di Pentadio Barat ini,” pungkas Espin.(IG03)