KKN Tematik II UNG Desa Boidu Dorong Ketahanan Pangan dan Kebersamaan Masyarakat melalui Edukasi, Budidaya, dan Olahraga
Info Gorontalo - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Boidu, Kecamatan Bulango Utara, sukses menggelar serangkaian program pengabdian masyarakat. Fokus utama mereka tak hanya menumbuhkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga merekatkan solidaritas pemuda dan warga lintas desa.
Berbagai inisiatif tersebut diwujudkan melalui edukasi, pelatihan budidaya tanaman pekarangan, hingga perhelatan turnamen olahraga yang melibatkan masyarakat Desa Boidu dan desa-desa tetangga.
SULAP PEKARANGAN JADI KEBUN PERCONTOHAN (KEPER)
Langkah konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan dimulai dengan menggelar "Pelatihan Budidaya Tanaman Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga". Kegiatan ini menjadi program unggulan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.
Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN memberikan materi komprehensif mulai dari persiapan media tanam, pemilihan bibit, teknik penanaman dalam polybag, hingga perawatan. Warga juga diajak praktik langsung membuat Kebun Percontohan (KEPER) dengan menanam bibit rica (cabai) dan tomat.
"Pemanfaatan polybag ini menjadi solusi cerdas bagi warga yang tidak memiliki lahan luas. Lewat kebun percontohan ini, kami berharap warga bisa mereplikasinya di rumah masing-masing agar kebutuhan dapur keluarga dapat terpenuhi secara mandiri," ujar Prof., Dr. Fahrudin Zain Olilingo, S.E., M.Si. Ketua DPL KKN Tematik ll Desa Boidu.
KENALKAN KETAHANAN PANGAN KEPADA ANAK-ANAK MELALUI "PETUALANGAN SI KECIL"
Upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya pangan juga menyasar generasi muda. Mahasiswa KKN melaksanakan sosialisasi bertajuk "Petualangan Si Kecil Mengenal Ketahanan Pangan Melalui Cabai dan Tomat" di SDN 3 Bulango Utara.
Dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, siswa SD diajak memahami dari mana asal makanan mereka. Cabai dan tomat dipilih sebagai media pembelajaran karena lekat dengan keseharian anak-anak.
"Antusiasme siswa sangat luar biasa. Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa upaya menjaga ketahanan pangan itu bisa dimulai dari hal yang paling sederhana dan menyenangkan," sambutnya Koordinator Desa KKN tematik ll Desa Boidu.
REKATKAN PERSAUDARAAN LEWAT RAIGMA CUP 3 2026
Selain berfokus pada sektor pertanian, mahasiswa KKN UNG juga berkolaborasi dengan Karang Taruna Mutiara Hijau Desa Boidu menggelar turnamen Raigma Cup 3 Bola Kaki Dangdut.
Turnamen ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan ruang silaturahmi bagi masyarakat dari empat desa: Desa Longalo, Desa Boidu, Desa Tupa, dan Desa Bulontalangi. Pertandingan berlangsung meriah, kompetitif, dan penuh canda tawa.
Puncak turnamen mempertemukan Desa Longalo dan Desa Bulontalangi di partai final, di mana Desa Bulontalangi sukses keluar sebagai kampiun.
"Pelaksanaan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir pertandingan. Lebih dari itu, ini adalah ruang pertemuan yang merekatkan kembali kebersamaan warga dan menghidupkan kegiatan positif pemuda," ujar Taufik Mahmud, S.Pd. ketua Karang Taruna Mutiara Hijau.
DAMPAK BERKELANJUTAN UNTUK DESA
Rangkaian kegiatan KKN Tematik II UNG di Desa Boidu membuktikan bahwa program pengabdian dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat—mulai dari ibu rumah tangga, anak-anak, hingga pemuda.
Melalui sinergi ini, diharapkan program yang telah berjalan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Ketahanan pangan dapat tumbuh subur dari pekarangan keluarga, sementara semangat gotong royong antarwarga terus menyala demi mewujudkan lingkungan desa yang produktif dan mandiri. (IG-RLS)


Komentar (0)
Komentar Facebook