Walima di Bongo: Doa, Budaya, dan Kebersamaan yang Hidup
Info Gorontalo - Di Desa Bongo, Batudaa Pantai, ratusan warga antusias dalam suasana hangat. Festival Walima yang digelar Minggu 7 September 2025 menjadi wujud syukur sekaligus doa bersama dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sejumlah 119 tolangga wadah berisi aneka kue tradisional diarak menuju masjid. Pemandangan ini menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat Gorontalo yang terus terjaga dari masa ke masa.
Suasana semakin syahdu dengan hadirnya 117 peserta dikili atau pendzikir. Lantunan doa dan puji-pujian mereka menghadirkan nuansa spiritual yang kental, menjadikan Walima bukan sekadar pesta budaya, melainkan juga sarat nilai religi.
Kesuksesan festival ini lahir dari sinergi berbagai pihak Takmirul Masjid At-Taqwa Desa Bongo, BUMDes Bubohu, Karang Taruna, hingga masyarakat yang bergotong royong memeriahkan acara.
Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, Tony Yunus, turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah, DPRD, pemangku adat, dan para imam wilayah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Walima adalah simbol keindahan, solidaritas, dan kekuatan budaya masyarakat Gorontalo.
Tradisi ini bukan hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga memperkaya khasanah budaya lokal serta menumbuhkan persaudaraan. Pemerintah Daerah berkomitmen menjaga sekaligus mengembangkan Festival Walima, agar selain melestarikan budaya, juga memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
Festival Walima di Bongo bukti nyata harmoni budaya, spiritual, dan kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat Gorontalo.


Komentar (0)
Komentar Facebook