907 Warga Kabila Dapat Bantuan Pangan Saat Kekeringan Tekan Hasil Pertanian
Info Gorontalo - Kekeringan mulai memberi tekanan pada kehidupan masyarakat di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Di tengah menurunnya hasil pertanian, sebanyak 907 warga mendapat bantuan pangan pemerintah.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap sejak Senin, 31 Agustus 2026, hingga Rabu, 2 September 2026. Penyaluran berlangsung di delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Kabila.
Delapan wilayah itu terdiri atas Dutohe, Dutohe Barat, Padengo, Tanggilingo, Oluhuta, Oluhuta Utara, Talango dan Poowo.
Program bantuan pangan ini diarahkan untuk membantu warga yang menghadapi dampak penurunan produksi pertanian akibat kondisi kering. Pemerintah bersama DPRD menempatkan bantuan pangan sebagai langkah sementara untuk menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari daerah pemilihan Bone Bolango, Syamsir Djafar Kiyai, mengatakan jumlah penerima bantuan di Kecamatan Kabila mencapai 907 orang.
“Penerima ini ada 907 orang yang tersebar di delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Kabila,” ujar Syamsir.
Menurut Syamsir, bantuan tersebut tidak dimaksudkan sebagai penyelesaian terhadap persoalan kekeringan. Bantuan diberikan untuk meringankan tekanan yang dirasakan masyarakat ketika hasil panen mengalami penurunan.
“Ini sifatnya sementara, dalam rangka menanggulangi dulu situasi yang dialami masyarakat akibat kekeringan dan produksi panen yang menurun,” katanya.
Penyaluran bantuan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Dinas Pangan Kabupaten Bone Bolango, pemerintah desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas serta masyarakat penerima.
Syamsir mengatakan kebijakan bantuan pangan lahir dari pembahasan antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan DPRD Provinsi Gorontalo. Pemerintah merespons kondisi masyarakat yang terdampak musim kering dengan mengarahkan bantuan kepada warga yang masuk dalam data penerima.
Data penerima mengacu pada data terpadu penerima manfaat. Warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum masuk dalam daftar dapat melapor kepada pemerintah desa atau kelurahan.
Pemerintah desa dan kelurahan kemudian dapat menggunakan laporan tersebut sebagai bahan pendataan dan pengusulan untuk tahap penyaluran berikutnya.
Syamsir juga meminta penerima memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan. Bantuan yang diterima tidak untuk diperjualbelikan kembali.
Selain persoalan pangan, Syamsir memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyampaikan informasi mengenai akses bantuan pendidikan. Dua program yang disosialisasikan kepada masyarakat yakni Program Indonesia Pintar atau PIP dan bantuan pendidikan tinggi bagi mahasiswa.
Besaran PIP disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD memperoleh Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu dan SMA Rp1,8 juta.
Untuk mahasiswa, salah satu persyaratan yang disampaikan adalah mempertahankan IPK minimal 3,00. Masyarakat diminta memastikan persyaratan sebelum mengajukan bantuan.
Syamsir juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses penyaluran bantuan pemerintah. Dokumentasi penerima dilakukan sebagai bagian dari administrasi dan pertanggungjawaban program.
Ia menyebut masyarakat Bone Bolango memiliki enam wakil di DPRD Provinsi Gorontalo. Aspirasi terkait bantuan maupun kebutuhan masyarakat dapat disampaikan melalui anggota DPRD dari daerah pemilihan tersebut.
“Untuk Bone Bolango kami ada enam orang. Silakan disampaikan, nanti enam orang anggota DPRD ini yang akan menyampaikan di DPRD, kemudian langsung ke Dinas Pangan,” ujarnya.
Penyaluran bantuan pangan di Kabila berlangsung ketika sektor pertanian menghadapi tekanan akibat kekeringan. Pemerintah dan DPRD kini perlu memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus memperkuat langkah penanganan agar dampak penurunan produksi tidak semakin membebani masyarakat.(IG01)


Komentar (0)
Komentar Facebook