Perjuangan Buka Anggaran Berbuah Asrama, Komisi III Kini Kawal 6 RKB MAN IC
Info Gorontalo - Pembangunan fasilitas pendidikan di MAN Insan Cendekia Gorontalo memasuki babak baru. Setelah asrama siswa putri yang diperjuangkan melalui proses panjang akhirnya rampung dan mulai digunakan, perhatian kini tertuju pada pembangunan enam ruang kelas baru yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo turun langsung meninjau kondisi infrastruktur madrasah tersebut. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari pengawalan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan yang dinilai strategis bagi masa depan pelajar Gorontalo.
MAN Insan Cendekia Gorontalo berdiri di atas lahan sekitar 8 hektare. Madrasah ini juga menjadi salah satu sekolah di Pulau Sulawesi yang masuk dalam pilot project Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformatif.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi menyebut di balik berdirinya fasilitas baru tersebut, ada proses panjang yang sebelumnya ditempuh Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo.
Sebelumnya, Komisi III mendatangi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk mendorong pembangunan asrama dan fasilitas pendukung MAN IC Gorontalo. Upaya itu kemudian berlanjut ke Kementerian PPN/Bappenas RI.
Salah satu tuntutannya jelas, membuka kembali anggaran pembangunan asrama dan fasilitas lainnya di MAN IC Gorontalo yang sebelumnya mengalami pemblokiran. Upaya tersebut akhirnya mendapat respons dari Kementerian Agama melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Askar.
Hasilnya kini terlihat. Asrama siswa putri telah selesai dibangun dan sudah difungsikan.
Namun, pekerjaan belum berhenti. Kementerian Agama kembali memberikan dukungan melalui pembangunan ruang kelas baru dua lantai dengan enam ruang kelas.
Fasilitas tersebut akan melengkapi sarana yang telah tersedia sekaligus menunjang sistem pembelajaran dengan fasilitas yang lebih modern.
Pekerjaan RKB saat ini tengah dikebut. Targetnya, bangunan selesai pada Desember 2026.
Komisi III juga mengapresiasi progres pembangunan tersebut. Namun, apresiasi itu disertai pesan tegas. Kecepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas.
Dalam peninjauan lapangan, anggota Komisi III menemukan sejumlah bagian pekerjaan yang perlu mendapat perhatian. Sorotan antara lain menyangkut kualitas pengecoran dan pemasangan dinding.
Temuan tersebut langsung disampaikan kepada pihak terkait. Komisi III meminta agar setiap bagian pekerjaan diperhatikan dan diperbaiki sesuai standar teknis yang berlaku.
Bagi Komisi III, fasilitas pendidikan dengan anggaran pemerintah harus memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Bangunan tersebut akan digunakan dalam jangka panjang oleh para siswa dan menjadi bagian dari penunjang proses pendidikan.
Karena itu, Komisi III tidak ingin pengawasan berhenti pada kunjungan lapangan. Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo berencana mengundang pelaksana pembangunan, pengawas, serta pihak MAN Insan Cendekia Gorontalo dalam rapat bersama komisi terkait.
Pertemuan tersebut akan membahas progres pembangunan sekaligus menindaklanjuti sejumlah temuan yang ditemukan saat peninjauan.
Perjuangan membuka kembali anggaran pembangunan asrama kini telah menghasilkan fasilitas yang bisa digunakan siswa. Tahap berikutnya adalah memastikan enam ruang kelas baru yang sedang dibangun benar-benar selesai dengan kualitas yang sesuai harapan.
Bagi Komisi III, pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari seberapa cepat bangunan berdiri. Kualitas pekerjaan menjadi bagian penting dari tanggung jawab penggunaan anggaran publik.


Komentar (0)
Komentar Facebook