Jasin Mohamad Cabut Rencana Gugatan, Pilih Selamatkan Musprov Kadin Gorontalo

Jasin Mohamad Cabut Rencana Gugatan, Pilih Selamatkan Musprov Kadin Gorontalo
Direktur Utama CV Diantama Agroindo, Tokoh Pengusaha Gorontalo, Jasin Mohamad usai bertemu dengan Ketua Carateker Kadin Gorontalo di HK Caffe & Resto (foto.istimewa)
Jasin Mohamad Cabut Rencana Gugatan, Pilih Selamatkan Musprov Kadin Gorontalo
Jasin Mohamad Cabut Rencana Gugatan, Pilih Selamatkan Musprov Kadin Gorontalo

Info Gorontalo - Polemik pelaksanaan Musyawarah Kabupaten dan Kota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gorontalo mulai menemukan titik temu.

Salah satu tokoh pengusaha Gorontalo sekaligus anggota Kadin, Jasin Mohamad, menyatakan memilih mencabut rencana gugatan yang sebelumnya hendak diajukan terkait proses pelaksanaan musyawarah Kadin di tingkat kabupaten dan kota.

Keputusan itu diambil setelah Jasin diundang  langsung dengan Ketua Carateker Kadin Gorontalo, Yuliandre Darwis, dan Azis Syamsudin WKU Koordinator Bidang Hukum dan Ham yang baru tiba di Gorontalo, Jumat (18/9/2026).

Dalam pertemuan Forum Ketua Kadin Kabupaten Kota Se Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di Restauran HK tersebut, Jasin diminta menjelaskan persoalan yang menjadi sumber polemik di internal Kadin Gorontalo.

Jasin mengatakan, sejak kepengurusan Kadin Gorontalo berakhir pada 25 Oktober 2025 dan kemudian memasuki masa perpanjangan hingga akhirnya ditetapkan carateker, dirinya bersama pengurus demisioner sebenarnya memilih menunggu keputusan Kadin Indonesia.

“Kalau sudah ada carateker yang ditunjuk oleh Kadin Indonesia, kami anggota pengurus demisioner sebenarnya sudah menunggu. Karena sudah satu tahun Kadin Gorontalo ini vakum,” ujar Jasin.

Menurut dia, keberadaan carateker seharusnya menjadi momentum untuk membuka ruang komunikasi dengan pengurus demisioner. Ia menilai, komunikasi tersebut penting agar persoalan internal Kadin Gorontalo dapat dibicarakan sejak awal.

Jasin sebelumnya mempersoalkan persyaratan dan proses pelaksanaan musyawarah Kadin kabupaten dan kota. Ia mempertanyakan dasar aturan yang digunakan dalam proses tersebut, apakah mengacu pada AD/ART dan Peraturan Organisasi Kadin atau menggunakan ketentuan khusus lainnya.

“Yang saya pertanyakan sebenarnya musyawarah kabupaten kota ini menggunakan persyaratan yang mana. Apakah sesuai dengan AD/ART dan PO atau tidak. Ini yang tidak dijelaskan dari awal,” katanya.

Atas persoalan tersebut, Jasin sebelumnya menyatakan akan menempuh jalur hukum, termasuk menggugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan jalur perdata.

Namun, setelah bertemu dengan Yuliandre dan Azis Syamsudin serta para pengurus Karataker Kadin Gorontalo dan Ketua Kadin kabupaten Kota Terpilih, Jasin mengatakan persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.

Ia menyebut Ketua Carateker menjelaskan bahwa pelaksanaan pemilihan saat ini menggunakan prinsip lex specialis, yakni ketentuan yang bersifat khusus mengesampingkan ketentuan yang bersifat umum dalam konteks penerapan aturan.

“Ketua Carateker juga menyampaikan bahwa ini sudah masuk dalam jadwal pelaksanaan. Kalau ada masalah, mari kita selesaikan secara musyawarah,” ujar Jasin.

Dalam pertemuan itu, Jasin juga diminta menandatangani kesepakatan bersama tokoh pengusaha, para ketua Kadin kabupaten dan kota, serta Ketua Carateker Kadin Gorontalo untuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Provinsi Kadin Gorontalo.

Musprov tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 21 September 2026, di Aston Hotel Gorontalo.

Jasin akhirnya menyatakan siap mendukung pelaksanaan Musprov. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan dunia usaha di Gorontalo.

“Saya sudah telepon pengacara saya untuk mencabut gugatan tersebut. Kadin Gorontalo harus diselamatkan dan harus maju,” katanya.

Jasin juga menyampaikan pesan kepada dua calon Ketua Umum Kadin Gorontalo yang akan berkompetisi dalam Musprov.

Ia meminta siapa pun yang nantinya terpilih tidak memasukkan namanya kembali dalam struktur kepengurusan Kadin Gorontalo.

“Saya sudah sampaikan kepada calon ketua umum Kadin Gorontalo, siapapun yang terpilih nanti, tolong jangan masukkan nama saya sebagai pengurus lagi. Saya tidak menginginkan itu,” ujarnya.

Jasin berharap kedua calon Ketua Umum dapat membangun komunikasi setelah Musprov dan menyatukan kekuatan untuk membawa Kadin Gorontalo kembali berjalan.

“Saya hanya ingin kedua calon ini bisa bersatu dan sama-sama membangun Kadin Gorontalo,” katanya.(IG01)