Pemkab Gorontalo Matangkan Persiapan PENAS KTNA 2026, Homestay hingga Area Expo Diperluas

Pemkab Gorontalo Matangkan Persiapan PENAS KTNA 2026, Homestay hingga Area Expo Diperluas
Pemkab Gorontalo Matangkan Persiapan PENAS KTNA 2026, Homestay hingga Area Expo Diperluas

Info Gorontalo - Kabupaten Gorontalo mempercepat persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan 2026. Agenda nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang itu diposisikan sebagai momentum untuk memperkuat sektor pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan promosi produk unggulan daerah.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo kini memusatkan perhatian pada kesiapan sarana dasar. Fokus utama diarahkan pada akomodasi peserta, penguatan infrastruktur kegiatan, serta penataan kawasan pameran yang akan menjadi pusat aktivitas selama PENAS KTNA 2026 berlangsung.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan verifikasi rumah warga yang disiapkan sebagai homestay terus berjalan. Pemerintah memastikan setiap lokasi memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung kenyamanan tamu dari berbagai provinsi.

Langkah ini dinilai penting karena kebutuhan tempat tinggal peserta menjadi salah satu penopang kelancaran kegiatan. Skema homestay juga membuka peluang ekonomi langsung bagi masyarakat yang terlibat sebagai penyedia akomodasi.

Pada saat yang sama, pemerintah daerah menuntaskan penataan area gelar teknologi. Kawasan yang sebelumnya dirancang seluas 7,5 hektare kini diperluas menjadi 8,5 hektare. Penambahan ruang itu disiapkan untuk menampung lebih banyak agenda demonstrasi teknologi pertanian, inovasi budidaya, dan pameran alat produksi modern.

Penataan area yang lebih luas memberi ruang bagi peserta untuk menampilkan inovasi dengan skala lebih besar. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu titik perhatian utama dalam pelaksanaan PENAS KTNA 2026 di Kabupaten Gorontalo.

Di sektor pameran, pemerintah juga mematangkan area Expo KTNA. Sejumlah booth resmi disiapkan untuk peserta dari dalam dan luar daerah. Kebutuhan ruang pamer diperkirakan meningkat karena banyak daerah ingin menampilkan komoditas unggulan dan identitas lokal masing-masing.

Dukungan Bank Indonesia dalam fasilitasi booth dinilai strategis. Namun pemerintah daerah tetap membuka ruang kolaborasi agar kapasitas booth dapat diperluas sesuai kebutuhan peserta.

Pemkab Gorontalo juga menempatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bagian penting dari agenda nasional tersebut. UMKM lokal disiapkan mengisi booth umum agar produk khas daerah mendapat panggung yang lebih luas di hadapan ribuan pengunjung.

Kuliner tradisional, kopi lokal, hasil olahan pertanian, serta produk kreatif berbasis kearifan lokal dipandang memiliki nilai jual kuat. Produk-produk itu bukan sekadar komoditas dagang, tetapi juga representasi identitas Gorontalo di tingkat nasional.(IG01)