ESI Gorontalo Bidik Lima Medali pada 2027, Regenerasi Atlet Jadi Prioritas

ESI Gorontalo Bidik Lima Medali pada 2027, Regenerasi Atlet Jadi Prioritas
Ketua Harian ESI Provinsi Gorontalo, Ringgo Radetyo, bersama jajaran pengurus saat mengikuti konsolidasi organisasi dan persiapan agenda esports 2027(foto.istimewa)

Info Gorontalo - Esports Indonesia (ESI) Provinsi Gorontalo mulai menyusun langkah untuk meningkatkan prestasi atlet pada 2027. Setelah mengantongi dua medali dari kompetisi sebelumnya, organisasi ini menargetkan peningkatan perolehan medali menjadi tiga hingga lima medali.

Target tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam konsolidasi pengurus ESI Gorontalo yang berlangsung di Zarona Coffee & Eatery, Kota Gorontalo, Sabtu malam, 7 November 2026.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan organisasi sekaligus menyusun strategi pembinaan atlet menghadapi berbagai agenda esports pada tahun mendatang.

Ketua Harian ESI Provinsi Gorontalo, Ringgo Radetyo, mengatakan peningkatan prestasi harus didukung organisasi yang kuat dan memiliki koordinasi hingga tingkat kabupaten dan kota.

Menurut dia, konsolidasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum ESI Gorontalo, Khairul Amir, serta petunjuk Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI).

Ringgo menegaskan seluruh pengurus harus bergerak dalam satu arah agar program yang telah disusun dapat terlaksana secara optimal.

ESI Gorontalo juga menyatakan dukungan terhadap program kerja Ketua Umum PB ESI, Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra. Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat pengembangan esports nasional hingga ke daerah.

“Program-program yang telah direncanakan dan dicanangkan oleh Bapak Ketua Umum harus bisa kita jalankan dengan baik dan terkonsolidasi,” ujar Ringgo.

Pembentukan Pengurus Daerah Dipercepat

Selain mempersiapkan atlet, ESI Gorontalo masih memiliki pekerjaan rumah dalam memperkuat struktur organisasi di daerah.

Pembentukan kepengurusan harian ESI di sejumlah kabupaten dan kota kini menjadi perhatian pengurus provinsi. Langkah tersebut diperlukan agar koordinasi dan pelaksanaan program pembinaan dapat berjalan lebih efektif.

Ringgo menjelaskan, hasil konsolidasi akan disampaikan kepada PB ESI melalui Sekretaris Umum ESI Provinsi Gorontalo, Ryza Mediansyah.

Pelaporan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju agenda pelantikan kepengurusan.

Ia mengapresiasi keterlibatan pengurus kabupaten dan kota yang terus menunjukkan komitmen dalam mengembangkan esports di Gorontalo.

Menurut Ringgo, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari keikutsertaan dalam turnamen. ESI juga perlu membangun sistem pengaderan untuk menemukan pemain muda yang memiliki kemampuan dan potensi menjadi atlet daerah.

“Bagaimana ekosistem ESI Gorontalo bisa berkembang melalui pengaderan dan penjaringan bakat-bakat yang dapat menjadi calon atlet ke depan. Tentunya kami siap memberikan dukungan,” katanya.

Regenerasi Atlet Jadi Modal Menuju 2027

Persiapan menghadapi kompetisi 2027 juga akan difokuskan pada pencarian atlet baru. ESI Gorontalo berencana memaksimalkan proses penjaringan dan pengaderan hingga akhir 2026.

Pada saat bersamaan, pembinaan terhadap atlet yang telah dipersiapkan sebelumnya akan terus diperkuat.

Ringgo menilai regenerasi menjadi kebutuhan penting agar Gorontalo memiliki persediaan atlet yang mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan esports.

Penguatan kemampuan individu, pembinaan berkelanjutan, dan perluasan kesempatan bertanding diharapkan dapat meningkatkan kualitas atlet daerah.

ESI Gorontalo kini menjadikan dua medali yang telah diraih sebagai pijakan untuk mengejar hasil lebih baik.

“Selama ini kita sudah ada dua medali yang kita bawa. Tahun berikutnya kita canangkan harus bisa tiga, empat, ataupun lima. Kita ingin membawa ESI Gorontalo menjadi lebih baik daripada yang telah kita lakukan selama ini,” tegas Ringgo.

Melalui konsolidasi organisasi, pembentukan kepengurusan daerah, dan regenerasi atlet, ESI Gorontalo berharap mampu membangun ekosistem esports yang lebih terarah.

Target tiga hingga lima medali pada 2027 pun menjadi tolok ukur peningkatan prestasi sekaligus tantangan bagi seluruh pengurus dalam mengembangkan esports di Provinsi Gorontalo.(IG02)