Syamsir Kiayi Heran TPA Lonuo Belum Beroperasi, Padahal Alat Berat Sudah Lengkap

Syamsir Kiayi Heran TPA Lonuo Belum Beroperasi, Padahal Alat Berat Sudah Lengkap
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi (foto.istimewa)

Info Gorontalo - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lonuo di Kabupaten Bone Bolango hingga kini belum juga beroperasi. Padahal, sejumlah alat berat yang dibutuhkan untuk menunjang operasional telah tersedia sejak 2025.

Alat berat tersebut meliputi bulldozer, ekskavator, dan truk dump. Kondisi ini menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bone Bolango, Syamsir Djafar Kiayi, saat melakukan kunjungan langsung ke TPA Lonuo, Selasa pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Syamsir mempertanyakan kendala yang menyebabkan fasilitas pengelolaan sampah itu belum dapat difungsikan.

Ia mengungkapkan, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo sebelumnya telah berupaya mendorong percepatan operasional TPA Lonuo melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

Saat kunjungan awal, pemerintah daerah menyampaikan bahwa salah satu kendala utama adalah belum tersedianya alat berat untuk menunjang aktivitas di TPA tersebut.

Menindaklanjuti keluhan itu, Komisi III kemudian mengundang Satuan Kerja Sarana Permukiman untuk membahas kebutuhan fasilitas TPA Lonuo.

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat. Sejumlah alat berat yang dibutuhkan akhirnya diadakan pada 2025.

“Setelah mendengar keluhan itu, kami menganggapnya sebagai prioritas. Alhamdulillah, pemerintah pusat mendukung dan alat-alat berat yang dibutuhkan sudah diadakan pada 2025,” ungkap Syamsir.

Namun, setelah seluruh alat tersedia, Syamsir mengaku heran karena TPA Lonuo belum juga beroperasi.

“Kalau memang mereka mau meminta lagi, angkutan untuk pemilahan sampah itu lain lagi,” ujarnya.

Selain persoalan fasilitas, Syamsir juga menyoroti kepastian lembaga yang akan mengelola TPA Lonuo serta kendala yang dihadapi dalam proses pengoperasiannya.

Ia menyebut, Sekretaris Desa Lonuo sempat menyampaikan adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaan TPA tersebut.

Menurutnya, kondisi itu mengindikasikan bahwa sosialisasi kepada masyarakat masih perlu dituntaskan.

“Tadi juga Sekretaris Desa Lonuo sempat menyampaikan bahwa ada bentuk penolakan dari masyarakat. Berarti sosialisasi kepada masyarakat belum selesai,” katanya.

Syamsir mempertanyakan mengapa persoalan tersebut belum segera diselesaikan oleh pemerintah daerah, mengingat fasilitas dan alat berat yang dibutuhkan sudah tersedia.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk belajar dari pengelolaan TPA Talumelito di Kabupaten Gorontalo.

Menurutnya, pengelolaan sampah di TPA Talumelito dapat menjadi contoh, termasuk dalam penerapan sistem pemilahan sampah.

“Coba belajar di TPA Talumelito, karena di sana juga ada pemilahan sampah,” tandasnya.

Syamsir berharap pemerintah daerah segera mengidentifikasi dan menyelesaikan kendala yang ada agar TPA Lonuo dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bone Bolango.(IG01)